Pemasangan Chatra Sempurnakan Keagungan Candi Borobudur
MAGELANG, iNews.id - Pemasangan chatra atau payung di puncak stupa utama Candi Borobudur merupakan penyempurnaan akan keagungan Candi Borobudur.
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengungkapkan, sangat penting memaknai chatra tidak hanya dari sudut pandang arkeologi semata, namun juga dalam perspektif spritualitas agama Buddha. Pemasangan chatra di puncak Stupa Candi Borobudur bagi para tokoh agama dan umat Buddha Indonesia, memiliki makna filosofi sebagai objek persembahan surgawi dan sebagai pelindung.
Dia menyebut, para tokoh agama dan umat Buddha sudah satu kesatuan pandangan bahwa kepingan batu-batu secara nyata ada dan ditemukan di Candi Borobudur. Sebagai payung, chatra pernah terpasang di tempat yang paling mulia pada masanya.
“Sehingga, keputusan memasang kembali chatra Candi Borobudur merupakan upaya dalam menyempurnakan Candi Borobudur sebagai pusat kunjungan wisata religi Agama Buddha Indonesia dan dunia," katanya pada Senin (11/9/2023).
Wibowo menyebut, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha merumuskan konsep Kunjungan Wisata Religi Agama Buddha di Candi Borobudur dengan pendekatan nilai spiritual kebudayaan. Hal tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan pelestarian candi sebagai world heritage (cagar budaya), sekaligus sebagai bangunan keagamaan yang suci.