Pelaku Perundungan Pelajar SMP Cimanggu Cilacap Ternyata Siswa Berprestasi
“Pelaku kesal karena korban mengaku sebagai anggota geng barisan siswa untuk menantang sekolah lain, padahal korban bukanlah anggota kelompok barisan siswa yang dipimpin pelaku,” katanya sesuai pertemuan dengan pihak sekolah, Bupati Cilacap, Dinas Pendidikan, Kejaksaan Negeri Cilacap, dan TNI, Rabu (27/9/2023).
Menurut Kapolresta, alasan itulah yang memicu terjadinya perundungan terhadap korban hingga tersebar luas di media sosial.
Meski tersangka berstatus anak-anak, kata dia, polisi tetap memproses kasus perundungan tersebut sesuai hukum yang berlaku dengan menggunakan sistem peradilan anak. Jika terbukti, kedua tersangka terancam hukuman penjara selama 3,6 tahun.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa perundungan siswa SMP oleh kakak kelasnya terjadi di lapangan bola voli, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu. Peristiwa itu terjadi seusai pulang sekolah.
Pelaku menganiaya dengan menendang dan memukul korban di hadapan siswa lainnya. Walaupun telah meminta ampun, pelaku yang merupakan kakak kelas korban terus menganiaya hingga korban tersungkur.
Pelajar lain yang berada di lokasi kejadian tidak berani mencegah aksi keji pelaku karena takut. Mereka diancam oleh pelaku. "Misahken aing, gelut jeng aing kabehan!" kata pelaku K.
Video perundungan ini kemudian beredar luas dan menimbulkan kemarahan warga. Ratusan warga mendatangi rumah pelaku dan memaksa pelaku keluar rumah pada Selasa (26/9/2023) malam. Pelaku kemudian diamankan polisi dan dibawa ke Mapolresta Cilacap.
Editor: Agus Warsudi