Pandemi Covid, Emak-emak di Banyumas Bikin Batik Ecoprint Beromzet Belasan Juta Rupiah
Daun-daun pilihan yang sudah dipetik ini biasanya langsung ditata di atas selembar kain sutra. Cara penataan daun-daun ini tentunya memerlukan keahlian khusus agar tertata sesuai motif etnik yang dikehendaki.
Setelah daun tertata di atas selembar kain, kemudian kain ini digulung dengan dilapisi selembar plastik. Setelah dilipat, kain ini barulah direbus kurang lebih tiga jam.
Nah, dalam perebusan ini menggunakan pewarna dari kayu-kayu pilihan yang disesuaikan dengan keinginan warna motif yang ditampilkan.
“Setelah kain direbus, kain ini digelar dan diambil kembali daun-daunan yang menempel dikain barulah terlihat hasil motif ecoprint di kain ini, indah bukan,” kata Pembina Ibu Niaga Banyumas, Erna Husein, Kamis (9/9/2021).
“Batik ecoprint dijual melalui media online hingga bisa ke beberapa pulau di luar pulau Jawa. Pemerintah setempat berjanji akan terus mendorong usaha ibu-ibu perajin batik ecoprint ini agar terus bisa dipasarkan dan dibina agar berkembang, karena hasil karya mereka tergolong mampu bersaing,” katanya.