Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo di Semarang, Mahasiswa Blokade Jalan dan Ajak Pengendara Bunyikan Klakson
Advertisement . Scroll to see content

Olah TKP Kecelakaan Maut di Semarang, Polisi Duga Sopir Avanza Mengantuk

Selasa, 25 Juni 2019 - 01:10:00 WIB
Olah TKP Kecelakaan Maut di Semarang, Polisi Duga Sopir Avanza Mengantuk
Satlantas Polres Semarang dan Korlantas Polri mengolah tempat kejadian kecelakaan maut antara Avanza dan Bus Rosalia Indah di Jalan raya Semarang-Solo, Tengaran, Kabupaten Semarang. (Foto: iNews.id/Lurisa Lulu)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Tabrakan maut antara mobil Toyota Avanza nopol B 157 NIK dengan Bus Rosalia Indah nopol AD 1451 DF di Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di Ngentak, Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (23/6/2019) pagi lalu akibat faktor manusia atau human error.

Pengemudi Avanza tersebut diduga mengantuk sehingga mobil oleng dan akhirnya terjadi kecelakaan maut yang menewaskan tujuh orang dan satu luka berat. Kesimpulan itu diperoleh setelah Satlantas Polres Semarang dan Korlantas Polri mengolah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tabrakan maut tersebut.

Kanitlantas Polres Semarang, Ipda Wardoyo mengatakan, dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan terjadi diduga akibat sopir Avanza mengantuk, sehingga tidak mampu mengontrol laju kendaraannya.

“Pukul 02.50 WIB, Avanza melaju dari arah Boyolali menuju Salatiga kemudian oleng ke kanan karena mengnantuk. Saat bersamaan, datang Bus Rosalia Indah dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan. Avanza sempat terdorong ke belakang sampai 80 meter,” katanya, Senin (24/6/2019).

Saat melakukan olah TKP, Korlantas menerjunkan tim traffic accident analysis (TAA). Diharapkan, dengan pemeriksaan menggunakan teknologi TAA mendapat gambaran kronologi yang tepat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut