Oknum Dokter RSUD di Pekalongan Diduga Aniaya Calon Dokter, Begini Kronologinya
PEKALONGAN, iNews.id - Kasus dugaan kekerasan terjadi di RSUD BendanPekalongan. Dugaan kekerasan dilakukan oknum dokter SpOg kepada dokter residen Fakultas KedokteranUndip yang tengah melakukan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Kekerasan berupa pemukulan dan perundungan, yang terjadi pada Senin (13/9) lalu. Dari sebuah milis yang tersebar di aplikasi WhatsApp berisikan kronologi pemukulan yang ditulis sendiri oleh korban, berinisial J-S.
Dari tulisan tersebut, korban membeberkan kronologi kejadian pemukulan yang dilakukan oknum dokter bedah tersebut kepadanya. Akibat kejadian tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Undip langsung berkirim surat dan menarik semua dokter residen dari RSUD Bendan per tanggal 15 September dan menghentikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan akan ditinjau kembali.
Menanggapi hal ini, manajemen RSUD Bendan pada Senin (20/9/2021) pagi menggelar konferensi pers terkait permasalahan tersebut. Dokter Junaedi Wibawa selaku Direktur RSUD Bendan Pekalongan mengakui memang terjadi pelanggaran etika dan disiplin atas salah satu tenaga spesialisnya.
"Kami tidak memungkiri, jika terjadi permasalahan antara BPJP dengan dokter residen bedah sekitar pukul 9 pagi. Yang terjadi bukan penganiayaan, hanya penamparan oleh pelaku, lalu ditangkis oleh korban, " kata dr Junaedi Wibawa.