Ngeri! Bocah Perempuan Diserang Kera Liar di Sragen hingga Luka 16 Jahitan
“Jumlahnya sekitar delapan ekor, tapi berkeliaran terpisah, tidak bergerombol,” kata Suwarno.
Selain menyerang manusia, kera liar tersebut juga kerap masuk ke dapur rumah warga untuk mencari makanan. Warga pun mulai waswas terhadap potensi serangan lanjutan.
Suwarno menduga kera-kera tersebut berasal dari kawasan hutan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Satwa tersebut diduga berpindah ke permukiman warga karena perubahan habitat.
“Kami paham itu satwa dilindungi. Tapi kalau sudah membahayakan warga, tentu perlu penanganan khusus dari pihak berwenang,” ujarnya.
Sementara itu, Staf BKSDA Surakarta, Larno, mengatakan pihaknya telah menerjunkan enam personel ke lokasi kejadian. Tim melakukan pengecekan langsung untuk menentukan langkah penanganan.