Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beli Sajam Corbek via Instagram, Pelajar 16 Tahun di Semarang Ditetapkan sebagai Pelaku Anak
Advertisement . Scroll to see content

Nestapa Buruh Tani Gula Kelapa, Makin Terhimpit saat Pandemi

Rabu, 14 April 2021 - 11:01:00 WIB
Nestapa Buruh Tani Gula Kelapa, Makin Terhimpit saat Pandemi
Jumar buruh tani gula kelapa asal Desa Segir, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang saat memanjat pohon kelapa. Foto: iNews/Taufik Budi.
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Buruh tanigula kelapa di Kabupaten Semarang menjadi kelompok yang turut terdampak pandemi Covid-19. Sistem bagi hasil membuat mereka hanya bisa mengolah gula kelapa setiap dua hari sekali. 

Kakek-nenek yang setia menekuni sebagai buruh tani gula kelapa adalah Rohami dan Jumar. Lebih dari 30 tahun, warga Desa Segir, Kecamatan Pabelan,  Kabupaten Semarang ini melakoni pekerjaan yang kini mulai banyak ditinggalkan. 

Penghasilan tak pasti dan risiko tinggi, menjadi alasan utama generasi muda menjauhi profesi tersebut. Apalagi pada masa pandemi covid-19, bukan hanya lesunya penjualan namun mereka tidak bisa berproduksi setiap hari. 

Sebagai buruh, pasangan suami istri (pasutri) ini hanya bisa mengolah gula kelapa setiap dua hari sekali. Dua hari berikutnya adalah giliran pemilik pohon kelapa.

Saat beribadah puasa, kakek Jumar bertugas memanjat pohon kelapa setinggi sekitar 25 meter untuk menyadap niranya. Tak jarang, kakek satu anak ini harus berpindah-pindah pohon kelapa karena nira sudah habis terkuras.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut