Negara Peserta Puji Penyelenggaraan ASEAN Para Games 2022 di Solo
"Kami mengonsumsi makanan yang kalian makan juga. Makanan Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan, tapi mungkin lebih pedas saja di sini. Kalau soal fasilitas di sini sangat oke. Kami menikmati tinggal di sini," ujar Rodolfo.
Tak hanya venue pertandingan yang ramah bagi penyandang disabilitas, kelezatan cita rasa kuliner Solo berhasil menggoyang lidah kontingen mancanegara. Pelatih Cabor Para-atletik negeri Jiran Eryanto bin Bahtiar pun sampai memuji menu makanan yang disajikan sangat bervariasi dan memenuhi standar gizi.
"ASEAN Para Games di Solo itu sudah kedua kalinya dan kami datang juga pada 2011. Perbedaannya sangat jauh karena semua pelayanan saat ini sangat baik sekali, termasuk makanan, hotel dan transportasinya," kata Eryanto.
"Harapannya untuk tahun depan di Kamboja, harus bisa memberikan yang lebih baik dari Indonesia," katanya
Kesan positif juga diceritakan oleh Tyas Priharsanti, Liaison Officer (LO) atau Naradamping kontingen cabor tenis kursi roda Thailand. Tyas menuturkan bahwa kliennya minta salak dan ingin merasakan car free day (hari bebas kendaraan) di Solo. Bahkan, salah satu atlet Thailand ada yang penasaran dengan nasi uduk.