Muncul Klaster Hajatan di Karanganyar, Sepasang Pengantin Positif Covid-19
“Sebenarnya aturan dari pemerintah jelas saat kenormalan baru bagaimana penerapan saat penyelenggaraan hajatan. Tapi, kebanyakan saat hari pelaksanaan itu berbeda jauh dengan saat mereka meminta izin. Awalnya ada tempat cuci tangan dan kursi ditata renggang," kata Yophy, Minggu (30/8/2020).
"Tapi saat hari H, banyak tamu yang datang tidak sesuai aturan, kursi jadi dempet-dempet, tamu tidak cuci tangan, tidak pakai masker, dan lain-lain. Itu bisa jadi penyebab utama penularannya,” ucapnya lagi.
Menurutnya, personel Satpol PP Karanganyar kewalahan dalam mengatur hajatan yang tidak sesuai saat pelaksanaan. Hal tersebut ditambah belum adanya sanksi khusus untuk pelanggar penyelenggaraan hajatan. Sehingga, penertiban tidak bisa dilakukan secara tegas.
“Pak Bupati kan membolehkan hajatan sebenarnya untuk menggerakkan kembali roda ekonomi. Berharap ada kesadaran keselamatan diri dari masyarakat. Jadi belum ada sanksi yang ditentukan. Tapi kalau nanti ada kasus lagi, kami akan mengajukan untuk disusun sanksi tegasnya,” ujarnya.
Artikeli ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Hajatan Jadi Klaster Baru Covid-19 Di Karanganyar"
Editor: Nani Suherni