Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur
Ketiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna, serta wafatnya Sang Buddha Gautama atau Parinibbana.
“Peringatan Waisak bukan hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga momentum bagi umat untuk memperkuat pengendalian diri, menumbuhkan kebajikan, serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pada perayaan tahun ini, umat Buddha mengangkat tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan". Tema tersebut mengajak umat menjadikan dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur, bijaksana, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Dwi Virya, nilai-nilai dharma yang diajarkan Sang Buddha masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern.
“Nilai-nilai dharma yang diajarkan Sang Buddha relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern, sekaligus menjadi landasan dalam membangun harmoni dan persaudaraan antarumat manusia,” ujarnya.
Perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur kembali menjadi magnet bagi umat Buddha dari berbagai daerah dan negara. Ribuan lentera yang menghiasi langit Borobudur menjadi simbol harapan akan dunia yang lebih damai, penuh kasih, dan harmonis.
Pemandangan cahaya lampion lentera yang membubung tinggi di atas kompleks candi menciptakan suasana sakral sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Waisak 2026 yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Editor: Donald Karouw