Misteri 3 Makam di Perkampungan Kompleks Keraton Solo, Ada Penampakan yang Bikin Merinding
Diberi nama kali itu Kali Larangan, ungkap Gusti Moeng, karena memang kali itu sengaja dibuat oleh pihak Keraton untuk mengambil air dari Cokrotulung. Dan pintu air tersebut berfungsi untuk mengairi air masuk ke dalam Keraton.
"Karena air itu dipakai oleh Keraton, maka warga sekitar tak ada yang berani memakai air tersebut. Karena terlarang mengambil air dari kali itu, maka daerah tersebut sampai sekarang diberi nama Kali Larangan," ujarnya.
Sedangkan ketiga makam tersebut adalah makam tiga orang anak yang meninggal karena terseret arus kali yang kemungkinan terjadi saat pintu air dibuka.
"Makam itu berisi tiga orang anak yang usianya masih kecil. Kemungkinan ketiganya hanyut saat pintu kali dibuka. Dan oleh warga sekitar, ketiganya di makamnya di daerah tersebut," ujarnya.
Karena memang, dahulunya, daerah di mana ketiga makam itu berada, masih sangat sepi. Dan oleh pihak Keraton, daerah itu dijadikan tempat tinggal untuk para pejabat Keraton yang ikut pindah ke Desa Sala dari Kartasura.