Menparekraf juga mengajak Kadin Kota Solo khususnya untuk berkolaborasi bersama pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami (Kemenparekraf) bersama stakeholder terkait sedang menyiapkan standar kompetensi untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM pengusaha batik, serta meningkatkan sinergitas antara stakeholder dalam pengembangan batik,” katanya.
Sandi menjelaskan, industri batik memiliki potensi dan kontribusi yang besar terhadap perekonomian negara. Industri batik juga mampu menyerap 200.000 tenaga kerja pada 47.000 unit usaha batik di seluruh Indonesia.
“Produk batik Indonesia juga sangat diminati oleh pasar mancanegara, di mana nilai ekspor batik pada tahun 2021 mencapai USD 46,24,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Standarisasi dan Sertifikat Usaha Kemenparekraf Hanifah Makarim, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Sudiro, dan Ketua Kadin Solo, Ferry Sephta Indrianto.
Editor: Kastolani Marzuki