Mengintip Pameran Seni Rupa Mata Air Bangsa: Persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii
Suwarno yang juga pengajar Fakultas Seni Rupa dan Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu, selain bercerita tentang persiapan panjang menggelar pameran tersebut, juga menyebut dua guru bangsa --Gus Dur dan Buya Syafii-- sosok yang mampu dan berani bertindak, bersuara, membela yang teraniaya, dan menohok laku culas dalam berpolitik.
Melalui berbagai karya yang dipamerkan, ujar dia, para perupa berupaya menggugah kesadaran bersama untuk merayakan keberagaman, membangun saling pengertian, bertegur sapa, dan menguatkan.
Ia mengemukakan para perupa mewujudkan keteladanan dan api semangat Gus Dur dan Buya Syafii melalui pameran tersebut.
Pameran itu, katanya, perayaan ikhwal keberpihakan dan keberanian melalui keteladanan sosok Gus Dur dan Buya Syafii sebagai sumber mata air bangsa yang membasuh luka, menyiram purbasangka, memadamkan api kemarahan, dan memuliakan kemanusiaan.
Kepala Kevikepan Kedu Romo Antonius Dodit Haryono mengemukakan tentang pentingnya pameran tersebut yang bukan sekadar tontonan akan tetapi sebagai tuntunan kehidupan umat manusia.