Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 8 Surabaya Layani 38.000 Penumpang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Tradisi Nginang, Berikut Sejarah dan Filosofinya

Jumat, 28 Juli 2023 - 15:50:00 WIB
Mengenal Tradisi Nginang, Berikut Sejarah dan Filosofinya
Pedagang daun siri untuk nginang di pelataran Masjid Agung Solo saat tradisi sekaten. Siri bagian dari tradisi nginang.(Foto Dok Antoni)
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi nginang memiliki filosofi yang diambil dari beberapa bahan yang digunakan. Pertama, sirih bermakna sifat rendah hati seseorang, memberi, serta senantiasa memuliakan orang lain. Kemudian, pinang bermakna keturunan yang baik.

Kemudian, kapur dan tembakau melambangkan ketabahan hati dan rela menolong sesama. Sementara gambir bermakna kesabaran dan keteguhan hati seseorang. Semua bahan tersebut harus di racik menjadi satu kesatuan yang pas dan dicampur dengan tepat untuk menghasilkan cita rasa yang enak.

Sayangnya, nginang memiliki rasa yang tidak semua orang bisa menerimanya, sehingga tradisi ini pun lambat laun mulai menghilang, hanya orang tua berusia lanjut yang saat ini masih melakukan kebiasaan ini. 

Begitulah tradisi nginang yang sudah hampir punah di Indonesia. Penjelasan sejarah dan filosofi tradisi nginang ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut