Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 8 Surabaya Layani 38.000 Penumpang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Tradisi Gowok, Edukasi Seks sejak Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Jumat, 14 Juli 2023 - 15:36:00 WIB
Mengenal Tradisi Gowok, Edukasi Seks sejak Kedatangan Laksamana Cheng Ho
Tradisi gowok disebut sebuah tradisi edukasi atau pendidikan seks yang dikenal sejak masa lalu. (IG @ penerbitjavanica)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id Tradisi gowok di kalangan masyarakat Jawa sudah dikenal sejak masa lalu. Tradisi gowok disebut sebuah tradisi edukasi atau pendidikan seks.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, tradisi ini sudah marak pada abad ke-15 namun menghilang pada era 1960-an. Dikutip dalam novel ‘Nyai Gowok’ karya Budi Sarjono, tradisi ini asal-usulnya eksis sejak kedatangan Laksamana Cheng Ho dari Negeri China.

Dideskripsikan bahwa Gowok adalah sebutan wanita dewasa yang kerap dijadikan “tempat” seorang anak lelaki mengenal seluk beluk tubuh wanita. Mulai dari bagian-bagian sensitif, hingga taraf hubungan seks.

Dalam buku ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari, figur gowok seolah dijadikan mentor edukasi seks melalui praktik sejak dini. Ya, biasanya anak laki-laki yang sudah baligh, “dilatih” gowok soal berbagai pengetahuan seksual yang “disewa” pihak keluarga.

Biasanya dalam “latihan” atau yang biasa disebut ‘nyantrik’ itu, seorang anak akan menginap beberapa hari atau paling lama sepekan bersama sang gowok. Setelah dididik, sang anak laki-laki biasanya akan punya status sosial yang lebih tinggi dan jadi rebutan para wanita.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut