Mengejutkan! Retakan di Mahkota Longsor Banjarnegara, Ahli Geologi UGM: Aktif Sekali Bergerak
BANJARNEGARA, iNews.id – Ancaman longsor susulan di Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, semakin mengkhawatirkan. Hasil penelitian geologi menunjukkan kondisi tanah yang sangat rentan.
Guru Besar Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa struktur tanah di kawasan tersebut berupa bluy clay, lapisan lempung berwarna biru keabu-abuan yang mudah melunak ketika terkena air hujan.
Menurut Dwikorita, sifat tanah ini membuat kawasan Pandanarum rawan berubah menjadi bidang luncur yang dapat memicu longsor susulan. Dalam penelitiannya, dia menemukan adanya rekahan baru serta sumber mata air besar yang memperkuat potensi bencana.
"Di atas juga ada retakan-retakan tanah, aktif sekali bergerak. Bahkan tidak ada hujan, tanahnya itu bergerak juga karena ada mata air di atas terus mengalir ke dalam retakan tanah dan di atas terjadi kolam air kalau kena hujan itu berpotensi meluap atau menjebol bendung yang ada di bawahnya," ujar Dwikorita.
Dia mengingatkan, warga agar selalu waspada jika tetap memilih tinggal di kawasan rawan tersebut. Dwikorita menekankan pentingnya memperbaiki bagian rumah yang retak atau ambles, karena kerusakan semacam itu biasanya muncul saat musim hujan.