MataAir Bekali Santri di Kudus Pendidikan Vokasi agar Siap Hadapi Tantangan Industri
KUDUS, iNews.id – Pimpinan MataAir Foundation Muhammad Abdul Idris menilai konsep dasar pendidikan vokasi harus memprioritaskan link and match dengan industri. Karena itu, diperlukan adanya inkubasi dan pendampingan sehingga bagaimana sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK harus menjawab tantangan dunia industri hari ini.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Abdul Idris pada kegiatan "Santri Talking Fashion; Opportunity and Challenges" yang diselenggarakan di SMK PGRI 1 Kudus, Kamis (19/11/2020).
Agenda ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri oleh Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) Kemenparekraf serta Lisa Fitria selaku Inovator Fashion SMK yang juga pendiri Indonesian Fashion Chamber.
Karena itu, menurutnya, harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, pemerintah dengan industri dalam menyusun roadmap pengembangan dunia vokasi khususnya di bidang fashion.
“SMK ini harus benar benar link and match. Jangan sampai hanya sampai kerja sama level MoU saja. Selain itu, kolaborasi pengembangan SMK adalah kunci. Kompetensi yang mumpuni di dunia fashion tetap harus didukung oleh skill tambahan yaitu komunikasi, jadi komunikasi dan kolaborasi,” ungkap Idris.