Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Semangati Aksi Mahasiswa di Surabaya, Butet: Halau Orang yang Khianati Konstitusi
Advertisement . Scroll to see content

Marak Calon Tunggal di Pilkada 2020, Pengamat : Merusak Kualitas Demokrasi

Jumat, 11 Desember 2020 - 19:51:00 WIB
Marak Calon Tunggal di Pilkada 2020, Pengamat : Merusak Kualitas Demokrasi
Ilustrasi pilkada. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id  - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah berakhir. Pelaksanaan pilkada tahun ini diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan.

Selain kekhawatiran akan munculnya klaster Pilkada,  maraknya calon tunggal dan dinasti politik juga menjadi perhatian. Pasalnya pada pesta demokrasi tahun ini, jumlah calon tunggal mengalami peningkatan.

Pengamat politik asal Solo, RR Mayyasari Gondhodiwiryo menilai bahwa kondisi itu membuktikan birokrasi demokrasi dan kontestasi sangat carut marut. "Maraknya calon tunggal di Pilkada 2020 dan isu politik dinasti ini yang merusak kualitas nilai demokrasi.Dikarenakan kurangnya pemahaman etika politik para politisi negeri,” kata Mayyasari, Jumat (11/12/2020).

Menurut dia, melihat kondisi yang baru saja terjadi di Pilkada kemarin menandakan bahwa tak hanya masyarakat saja yang butuh pendidikan politik. Tapi juga politikus yang ternyata jauh lebih membutuhkan pendidikan politik.

"Tidak hanya rakyat yang butuh pendidikan politik, akan tetapi politisi pun jauh lebih membutuhkan pendidikan politik. Karena masih banyak politisi yang tidak memahami etika politik dan etika elektoral dalam bernegara," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut