Mantan Preman di Semarang Sukses Buka Warung Burjo, Omzet Rp60 Juta per Bulan
“Dulunya saya nakal, SMA, kuliah awal-awal, pernah ngamen juga,” ujar Artim saat ditemui di warungnya, Sabtu (3/10/2020).
Suatu hari, Artim terpikir untuk mengubah nasibnya. Hanya bermodal kepercayaan dari teman, pada tahun 2019, dia mendapat modal untuk membuka tempat nongkrong berupa warung mi dan bubur kacang ijo di sekitar Kampus IAIN Ngaliyan Semarang.
“Saya akhirnya ketemu teman baru. Trus karena senang nongkrong, terpikir untuk membuka tempat nongkrong. Saya akhirnya dapat modal untuk bikin warung Burjoni,” katanya.

Tidak butuh lama, Artim bisa menabung dan membuka warung baru. Konsepnya ala mahasiswa dan tentu dengan menu makanan serba murah. Artim mengaku selama dua bulan ini, warungnya Burjoni berkembang pesat dengan omzet Rp60 juta per bulan.
“Sebenarnya cek ombak dulu di sini, tapi ternyata respons masyarakat bagus, warung rame,” ujar Ardian Artim.
Artim bersyukur di usianya yang masih 27 tahun, dia bisa hidup berkecukupan dan memperoleh penghasilan besar. Bahkan, mantan preman ini juga bisa membiayai kuliah adiknya di Undip Semarang. Dia juga akan berusaha untuk terus mengembangkan warung Burjoninya.
Editor: Maria Christina