Malu Rumahnya Dilabeli Miskin, Ratusan Warga Tegal Mundur dari Penerima Bansos
SLAWI, iNews.id - Ratusan warga Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Mereka bahkan menolak rumahnya dipasangi label miskin dengan cat semprot oleh petugas dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Kedatangan petugas TKSK ini awalnya hendak melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah-rumah warga penerima bansos.
Sikap warga itu karena mereka malu jika dinding rumah mereka diberi label miskin, sehingga memilih mengundurkan diri sebagai penerima bantsos. Petugas pun akhirnya meminta warga membuat surat pernyataan pengunduran diri.
Bantuan dana yang akan dicairkan pada tahun ini adalah bantuan dari program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT). Penempelan tanda miskin pada dinding dilakukan setelah petugas melakukan verifikasi dengan mendatangi langsung rumah-rumah penerima bantuan.
Jika dinilai layak mendapatkan bantuan, petugas pun memberikan label miskin di dinding rumah dengan menggunakan cat semprot. Tujuannya, agar warga yang menerima bantuan PKH dan BPNT tersebut memang benar-benar layak dan tidak salah sasaran.