Makna Filosofis dan Sejarah Batik Parang, Dahulu Hanya Dipakai oleh Raja dan Kesatria
Rakyat biasa dilarang memakai motif batik ini. Sesiring berjalannya waktu kini batik parang sudah boleh digunakan semua kalangan masyarakat.
Batik Parang berasal dari Jawa Tengah, terutama daerah Solo dan Yogyakarta. Batik parang Solo dan Yogyakarta memiliki kemiripan karena dulunya kedua daerah ini menyatu. Perbedaan antara kedua jenis batik ini terletak pada bentuk dan warna.
Bentuk batik parang Yogyakarta diagonal kanan atas ke kiri bawah. Sementara itu, batik parang Solo diagonal kiri atas ke kanan bawah.
Warna batik parang Solo dominan cokelat soga, sedangkan batik parang Yogyakarta ditambah campuran warna putih dan hitam.
Parang berasal dari kata dalam bahasa jawa, yakni pereng atau lereng. Motifnya bersusun seperti huruf “S” seperti ombak laut yang tidak terputus dan saling mengikat.