Mahasiswa UNS Garap Proyek Edukasi Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak
Salah satunya karena peran gender tradisional yang masih melekat di masyarakat Indonesia. Budaya atau adanya pandangan, dimana merawat anak adalah sepenuhnya hal yang dilakukan seorang ibu saja.
“Edukasi ini juga bertujuan meminimalisasi budaya patriarki yang ada di Indonesia,” kata Qori.
Secara umum, proyek berupa sosialisasi peran ayah dalam pengasuhan anak yang bekerja sama dengan dosen PG-PAUD UNS. Target utamanya adalah para ayah, calon ayah, dan laki-laki berumur lebih dari 18 tahun.
Pelaksanaan sosialisasi ada yang secara daring dengan sasaran masyarakat umum. Ada pula sosialisasi luring yang secara khusus menyasar warga Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
“Selain itu, kami mengadakan acara ayah dan anak, semacam outbound, untuk menjalin kedekatan antara anak dan ayah di sana. Kami juga memberikan fasilitas les bagi anak-anak di Ketitang,” katanya.
Menyasar para ayah, tentunya proyek ini memiliki tantangan tersendiri di Ketitang. Terlebih untuk menarik minat para warga. Sebab, kegiatan di desa biasanya lebih diminati para ibu. Kendati demikian, Qori dan tim memperoleh dukungan pemerintah desa setempat.
“Harapannya makin banyak warga Ketitang dan calon ayah, laki-laki, atau ayah di Indonesia yang peduli tentang pentingnya peran ayah,” ucapnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo