Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Kakek Curi Tiang Rambu Dishub di Surabaya, Ditangkap usai Buron ke Lamongan
Advertisement . Scroll to see content

Longsor di Solo, Kakek dan Anak Tewas Tertimpa Talut 10 Meter

Kamis, 04 Juli 2024 - 20:57:00 WIB
Longsor di Solo, Kakek dan Anak Tewas Tertimpa Talut 10 Meter
Proses evakuasi dua korban longsor yang tewas tertimpa talut di Ganjilan RT 03/RW 06 Debegan, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/7/2024) sore. (Foto: MPI/R August)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Nasib tragis menimpa kakek dan anak di Ganjilan RT 03/RW 06 Debegan, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Keduanya tewas tertimpa talut setinggi 10 meter saat terjadi longsor, Kamis (4/7/2024) pukul 15:30 WIB.

Informasi diperoleh iNews, kedua korban bernama Wagiyo Narto Sumarjo (72) dan Heri Supriyono (40). Saat kejadian, korban Wagiyo sedang beraktivitas di kandang kambing yang tertimbun longsong dan anaknya Heri berupaya membantu.

Humas Basarnas Solo Yohan Tri Anggoro mengatakan, awalnya menerima laporan kejadian pukul 16:30 WIB dan langsung mendatangi lokasi untuk proses evakuasi. Proses evakuasi awalnya berlangsung manual dan selesai pukul 18:30 WIB.

Kronologi kejadian berawal saat korban Wagiyo sedang mengasah pisau di kandang kambing miliknya yang tepat berada di bawah talut setinggi 10 meter. Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh. 

Heri yang mendengar suara gemuruh berusaha menolong ayahnya. Sayang, keduanya justru tertimbun longsor tanah dan material.

"Pas kejadian Bapaknya itu sedang mengasah pisau kemudian tertimbun. Heri ditemukan kritis, terus selanjutnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit," kata Yohan di lokasi kejadian, Kamis (4/7/2024).

Menurutnya, korban Heri ditemukan 1 jam setelah kejadian dengan proses evakuasi manual dan dibawa ke RS Dr Oen. Sementara korban Wagiyo ditemukan 1 jam berselang dan langsung dibawa ke RS Moewardi. 

Sementara itu, Ketua SAR Solo Mulyadi menambahkan, kondisi talut sudah retak. Selain itu ditambah adanya pembangunan di tanah penyangga talut tersebut. 

"Memang fondasi sudah seperti itu, di sana talut, di atas ada pembangunan, ini makanya yang menjadi masalah ketika orang membangun," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut