Lengger Lanang, Tari Tradisional yang Penarinya Laki-laki Berpenampilan seperti Perempuan
Arti kata lengger berasal dari kata eling ngger, ada pula yang menyebut “lengger” berarti “le” dari “thole” (lelaki) dan “ngger” (perempuan). Di Banyumas kata “lengger” sering menjadi istilah umum sehingga orang sering menyebut “Lengger lanang” (Lengger lelaki) dan “Lengger wadhon” (Lengger perempuan).
Kesenian tari Lengger Lanang biasanya dimainkan oleh 2 sampai 4 orang laki-laki sebagai penari utamanya, serta diiringi oleh 2 orang sinden dan alat musik calung serta gamelan yang terbuat dari bambu.
Kisah Tari Lengger Lanang
Hadirnya para penari cross gender seperti “Rianto Manali” ini membuktikan bahwa seorang cross gender juga bisa berkarya hingga mendunia. Di dalam kehidupan terdapat banyak perbedaan, termasuk kesenjangan gender yang dapat menghalangi seseorang dalam berkarya.
Rianto bersama teman-temannya yang dianggap ‘berbeda’ sejak lama sudah membuktikan eksistensinya terhadap dunia seni, khususnya seni tari. Mereka berkarya melalui naluri ditubuhnya tanpa membiarkan perbedaan gender membumbui pekerjaan mereka.
Kemudian, Garin Nugroho mencoba untuk mengadaptasikan kisah tentang penari cross gender yang menarikan tarian Lengger Lanang Banyumas ke dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. Tetapi film tersebut banyak sekali kontradiksi dan kritik pedas setelah penayangannya.