Langka, Buah Wuni Asal Magelang yang Mirip Duwet Tersisa 6 Pohon
Dia menjelaskan, buah wuni mulai berbunga pada dua bulan awal musim penghujan. Buah itu baru bisa dipanen setelah tiga bulan berbunga dan akan habis dua bulan setelahnya. Rasa buah tersebut khas, asam dengan sedikit sepet, menyerupai rasa buah jamblang.
"Buah wuni lebih banyak dikonsumsi dengan sambal gula untuk rujak. Jika ingin rasanya tak terlalu sepet, makan setelah warnanya ungu gelap. Selain dikonsumsi langsung, Wuni juga bisa difermentasikan untuk dijadikan anggur," ucapnya.
Sudarno menilai adanya Festival Buah dapat meningkatkan semangat petani-petani sekaligus memperkenalkan buah langka, agar dapat dibudidayakan lagi.
Pengunjung Festival Buah asal Ungaran Siti Hajar tidak mengira benda di langit-langit stand merupakan buah langka yang bisa dinikmati dan berkhasiat. Wanita ini bahkan belum pernah mendengar nama buah wuni dan menjumpainya.
“Aku pikir ini tadi hiasan kok banyak banget. Di Ungaran belum pernah lihat. Bagus sih, beda dari yang lain. Menurutku unik sendiri. Kelihatan kayak buah yang ada di tanaman teh-tehan, tapi warnanya kayak buah duwet. Ini versi kecilnya, ada yang merah ada yang item," katanya.
Menurut Siti, ajang Festival Buah penting bagi masyarakat karena tak hanya mendorong anak-anak dan warga untuk makan buah dan sayur, tapi juga mengenalkan buah lokal yang sulit ditemukan. Tak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk bisa menanamnya.
“Kita juga harus bisa melestarikan agar ini terjaga sampai anak cucu kita, khasiatnya buah seperti ini. Jadi nggak cuma makanan instan, harus rajin banget makan buah dan sayur karena sehat," ujarnya.
Editor: Nani Suherni