Kronologi Lengkap Siswa MA Bacok Guru di Demak, sempat Ucap Salam lalu Ayunkan Celurit ke Korban
Selain itu, pelaku juga menemui Nur Salim yang merupakan guru Bahasa Arab. Mereka bertemu di halaman sekolah. Pelaku mengatakan kepada Nur Salim kalau belum menyelesaikan tugasnya.
Oleh Nur Salim, dijawab kalau akan diberi waktu tambahan untuk menyelesaikan tugasnya. Namun, korban yakni Ali Fatkhur mengatakan kepada Nur Salim jika pelaku tidak bisa mengikuti ujian sebab sudah terlambat habis waktunya.
Pelaku akhirnya pulang ke rumahnya. Di rumah dia kepikiran dengan kata-kata korban, membuat sakit hati. Seingga muncul rencana menganiaya dengan celurit alias sabit. Sekira pukul 09.00 WIB, pelaku mulai merencanakan aksinya dengan mengambil sabit yang tersimpan di belakang lemari.
Sabit itu disembunyikannya dengan cara diselipkan di pinggang belakang tertutup baju seragam. Pelaku kemudian naik sepeda motor menuju sekolah untuk menemui korban. Sampai di lokasi, korban terlihat di ruang 5, pelaku memarkir sepeda motornya di depan ruang tersebut, turun berjalan kaki menuju ke sana.
Di depan pintu, pelaku mengucapkan salam ke korban dan dijawab. Korban ketika itu sedang duduk di kursi guru menghadap ke murid-murid. Pelaku kemudian mendekati korban dan mengeluarkan sabit yang diselipkan di pinggang dan menyerangnya.