Kronologi Lengkap Pembunuhan Dosen UIN Surakarta, Berawal dari Sakit Hati
Pelaku meminta korban diam dan tidak berteriak. Namun korban malah kaget dan ingin berteriak. Pelaku lalu menekan leher korban dengan menggunakan jempol kurang lebih 5 menit sampai korban merasa lemas.
Perlahan pelaku melepaskan jari jempol yang menekan leher korban secara perlahan sambil berkata “kamu pilih diam dan tak biarkan hidup atau kamu berteriak dan tak habiskan sekarang”.
Ternyata korban malah berteriak minta tolong dan berusaha merebut pisau pelaku. Merasa emosi, pelaku berhasil menguasai pisau pemotong daging dan menebaskan ke pipi sebelah kanan korban.
Setelah itu, ia menusukkan pisau ke leher korban hingga tewas. Berikutnya pelaku membersihkan darah korban yang terkena pakaian pelaku di kamar mandi. Pelaku kabur melalui pintu depan dengan cara melompat pagar.
Pelaku kemudian pulang ke rumah untuk mengganti pakaian. Pakaian yang dipakai saat menghabisi korban selanjutnya dimasukkan ke dalam plastik. Pelaku lalu keluar menggunakan sepeda motor Supra X menuju daerah persawahan Lor Dewo. Pakaian yang dipakai saat pembunuhan lalu dibakar.