Kritik Pemerintah, Jubir Satgas Covid-19 UNS Ingatkan Pentingnya Prokes
Dalam hal ini, ia menyoroti sikap sebagian orang yang merasa aman dan merdeka ketika sudah dites usap antigen. Padahal tes usap antigen belum menjadi jaminan.
Dokter spesialis patologi klinis RS UNS ini mengatakan, kebijakan pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 harus tegas dan jelas. Cakupan vaksinasi Covid-19 yang sudah digelar pemerintah dinilai belum membebaskan Indonesia dari kekhawatiran terhadap krisis kesehatan ini.
Dijelaskannya, efek vaksinasi Covid-19 baru bisa efektif dirasakan jika sudah mendapat vaksin lengkap dan melewati 14 hari dari suntikan dosis kedua.
“Perlu kami sampaikan bahwa dosis pertama vaksin Covid-19 belum mendapat hasil yang kita harapkan, sehingga perlu diluruskan dalam aturan yang ada jangan tanggung. Jangan ngambil risiko, harus lengkap dan minimal jaraknya sudah 14 hari dari suntikan kedua,” katanya.
Apabila masyarakat ingin melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi massal, ia menilai yang terpenting adalah tetap menerapkan prokes dengan didukung penyaringan penumpang.