Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Jokowi Sering Yoga Biar Badan Segar usai Joging di Stadion Manahan
Advertisement . Scroll to see content

Konsolidasi di Wonosobo, Ketum JPNU: Jokowi Komitmen Tingkatkan SDM

Minggu, 03 Maret 2019 - 17:30:00 WIB
Konsolidasi di Wonosobo, Ketum JPNU: Jokowi Komitmen Tingkatkan SDM
Ketum JPNU Ida Fauziyah saat memberikan materi dalam rapat konsolidasi JPNU di Wonosobo, Minggu (3/3/2019). (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Kemudian, Jokowi memperkenalkan istilah SDM premium. SDM Premium ini merupakan SDM yang memiliki keunggulan yang dihasilkan dari perguruan tinggi yang berkualitas. "Pak Jokowi akan terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Ida.

Mantan cawagub Jateng ini menuturkan, capres Jokowi juga sangat memberi perhatian pada dunia pesantren. Bahkan Jokowilah yang menetapkan Hari Santri. "Saat maju lagi sebagai calon Presiden, pak Jokowi juga berani memilih kiai sebagai pendampingnya," ucapnya. 

Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo KH Arifin Sidiq al Hafidz menyatakan, sosok Jokowi  juga sering selawatan, tahlilan, sebagaimana yang dilakukan warga NU. 

Makin mantap, kata Sidiq, karena yang digandeng adalah sosok kiai NU sendiri, yakni KH Ma'ruf Amin. "Kiai kita sendiri nyalon. Jadi tidak usah diperdebatkan. Jika masih ada debat soal Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf di NU sendiri, maka ada hal lain," ucapnya.

Soal usia Ma'ruf Amin dan kemudian bisa ditipu saat menjabat? Sidiq menyatakan, Kiai Ma'ruf sudah pengalaman. "Beliau pernah menjadi wakil rakyat. Sudah matang dalam dunia politik. Jadi kalau dianggap hanya dijadikan alat, itu tidak akan bisa," katanya.

Karena itu, Sidiq mengajak semua warga NU membuat gerakan yang jelas, kompak, dan tak perlu banyak diskusi. "Satu paham, satu langkah untuk memenangkan Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf," ujarnya.

Sidiq mengakui, ada keinginan warga NU menjadi pemimpin di negeri ini. Namun sejak berdiri pada 1926, baru KH Abdurrohman Wahid (Gus Dur) yang berhasil. "Sayang hoaks, di mana ada banyak-banyakan tuduhan yang tak terbukti, membut Gus Dur lengser," tandasnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut