Kisah Sniper Kopassus Dipercaya Gembleng Tentara Brunei Darussalam hingga Pecundangi Malaysia
"Sebelumnya selalu mendapat nomor 7, 8 atau peringkat akhir. Pada saat pertandingan di Myanmar, kontingen Brunei Darussalam berhasil meraih 4 besar, di bawah Indonesia, Thailand dan Filipina. Jadi mereka berhasil mengalahkan Malaysia dan Singapura yang sebelum-sebelumnya selalu di atas Brunei," katanya.

Kejuaraan satu ini memang menjadi ajang bergengsi untuk menunjukkan kehebatan masing-masing prajurit tentara di negara ASEAN. Sertu Pardal menerapkan latihan yang begitu menyeramkan menurut versi tentara Brunei Darussalam.
Pelatihan yang diterapkan oleh Serka Pardal ternyata di luar batas kemampuan dari tentara Brunei Darussalam. Bahkan, tentara negeri penghasil minyak tersebut banyak pingsan mengikuti kerasnya pelatihan yang dilakukan Pardal. Namun, dengan gemblengan Serka Pardal, Brunei Darussalam menunjukkan prestasi yang bagus di AARM.
Selain penugasan untuk melatih Tim Rifle Brunei Darussalaml, Serka Perdal juga pernah menjalankan berbagai tugas operasi semasa bertugas di Grup 2 Kopassus. Dia pernah terjun dalam operasi militer di Ambon, Aceh dan pengamanan perbatasan Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG).
"Saat di Kopassus pernah bertugas di operasi militer Ambon sebanyak dua kali, saat itu operasi gabungan TNI. Jadi ada Kopassus, Marinir dan Paskhas tahun 2000 hingga 2001 dan 2002 hingga 2003. Lalu di Aceh tahun 2003-2004 dan 2005-2006 itu saat tsunami Aceh," ujar Pardal.