Kisah Raja Namrud yang Diazab Allah dengan Seekor Nyamuk Selama 400 Tahun
"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan Yang mematikan". (Al-Baqarah: 258)
Dengan kata lain, sesungguhnya bukti yang menunjukkan keberadaan Tuhan ialah adanya semua yang wujud di alam ini, padahal sebelumnya tentu tidak ada, lalu menjadi tidak ada sesudah adanya. Hal tersebut menunjukkan adanya Pencipta yang berbuat atas kehendak-Nya sendiri dengan pasti.
Mengingat segala sesuatu yang kita saksikan ini tidak ada dengan sendirinya, maka pasti ada pelaku yang menciptakannya. Dia adalah Tuhan yang aku serukan kepada kalian agar menyembah-Nya semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Setelah itu orang yang mendebat Ibrahim yaitu Raja Namrud mengatakan, yang perkataannya disitir oleh firman-Nya:
"Saya dapat menghidupkan dan mematikan. (Al-Baqarah: 258)
Qatadah, Muhammad ibnu Ishaq, As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa untuk membuktikan ucapannya itu raja tersebut mendatangkan dua orang lelaki yang keduanya dikenai sanksi hukuman mati.
Lalu si Raja Namrud membunuh salah seorangnya dan memaafkan yang lainnya hingga selamat, tidak dikenai hukuman mati. Demikianlah makna menghidupkan dan mematikan menurut Namrud.