Kisah Nabi Uzair yang Dihidupkan Allah setelah Dimatikan 100 Tahun
Dia merasakan bahwa dirinya mati pada permulaan siang hari, kemudian dihidupkan kembali pada petang harinya. Akan tetapi, ketika ia melihat matahari masih tetap ada, ia menduga bahwa ia dibangkitkan dalam hari yang sama. Karena itulah ia berkata, "Atau setengah hari."
Maka Allah Swt. menjawab dengan melalui firman-Nya: Allah berfirman, "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah." (Al-Baqarah: 259) Demikian itu karena menurut kisahnya disebutkan bahwa lelaki itu membawa buah anggur, buah tin, dan minuman jus.
Maka ia melihatnya masih utuh seperti semula, tiada sesuatu pun yang berubah; minuman jusnya tidak berubah, buah tinnya tidak masam dan tidak busuk, serta buah anggurnya tidak berkurang barang sedikit pun. dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang). (Al-Baqarah: 259).
Yakni bagaimana Allah Swt menghidupkannya kembali dengan disaksikan oleh kedua matamu. Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia. (Al-Baqarah: 259) Yaitu sebagai dalil yang membuktikan adanya hari berbangkit. Dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali. (Al-Baqarah: 259)
As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa tulang-belulang keledainya telah bercerai-berai di sebelah kanan dan kirinya. Lalu ia memandang ke tulang-belulang itu yang berkilauan karena putihnya. Kemudian Allah mengirimkan angin, lalu angin itu menghimpun kembali tulang-belulang itu ke tempat semula. Kemudian masing-masing tulang tersusun pada tempatnya masing-masing, hingga jadilah seekor keledai yang berdiri berbentuk rangka tulang tanpa daging.