Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Masa Kecil Djoko Santoso, Berjualan Perangko dan Kartu Lebaran di Taman Sriwedari Solo

Minggu, 10 Mei 2020 - 21:58:00 WIB
Kisah Masa Kecil Djoko Santoso, Berjualan Perangko dan Kartu Lebaran di Taman Sriwedari Solo
Prajurit TNI mengusung peti jenazah dari Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso saat upacara pelepasan di rumah duka kawasan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2020). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).
Advertisement . Scroll to see content

Lulus dari Lembah Tidar Magelang, prajurit kelahiran Solo ini mulai bertugas di Danton-I/A/121/II (1976). Dari situ, kariernya terus merangkak naik dan melesat. Namanya makin mencorong saat menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003 yang berhasil meredam konflik di Maluku.

Dia pun dipromosikan sebagai Pangdam Jaya (2003). Tak lama, kariernya makin melesat dengan menjabat Wakil KSAD, KSAD, dan akhirnya Panglima TNI (2007-2010).

Perjalanan hidup Djoko sarat dengan perjuangan. Putra pertama dari sembilan saudara ini lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Djoko Suyono merupakan guru dan ibunya, Surami, ibu rumah tangga.

Banyak kisah dalam perjalanan hidup Djoko yang tak banyak orang tahu. Salah satunya ketika bocah, dia berjualan perangko di depan Kantor Pos Solo.

Kisah itu diungkap Pitoyo Subandrio, adik kandung Djoko. Mantan Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR itu menceritakan, semasa kecil ekonomi keluarganya sangat sulit.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut