Kisah Masa Kecil Djoko Santoso, Berjualan Perangko dan Kartu Lebaran di Taman Sriwedari Solo
Lulus dari Lembah Tidar Magelang, prajurit kelahiran Solo ini mulai bertugas di Danton-I/A/121/II (1976). Dari situ, kariernya terus merangkak naik dan melesat. Namanya makin mencorong saat menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003 yang berhasil meredam konflik di Maluku.
Dia pun dipromosikan sebagai Pangdam Jaya (2003). Tak lama, kariernya makin melesat dengan menjabat Wakil KSAD, KSAD, dan akhirnya Panglima TNI (2007-2010).
Perjalanan hidup Djoko sarat dengan perjuangan. Putra pertama dari sembilan saudara ini lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Djoko Suyono merupakan guru dan ibunya, Surami, ibu rumah tangga.
Banyak kisah dalam perjalanan hidup Djoko yang tak banyak orang tahu. Salah satunya ketika bocah, dia berjualan perangko di depan Kantor Pos Solo.
Kisah itu diungkap Pitoyo Subandrio, adik kandung Djoko. Mantan Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR itu menceritakan, semasa kecil ekonomi keluarganya sangat sulit.