Kisah Mahasiswa Undip 25 Menit Menyelam Cari Korban Tenggelam di Waduk Kedung Ombo
Terkait persiapan menyelam, kata dia, kali pertama adalah mempersiapkan peralatan. Seperti scuba set, regulator, tabung, sarung tangan, wide shoot karena suhunya lumayan dingin.
Selain itu, persiapan di luar teknis yakni berdoa dan istirahat secukupnya. “ Persiapannya ya istirahat. Sebelumnya juga telah mengabari ke keluarga kalau mau nyelam ikut operasi SAR. Dan dapat pesan dari kakak agar berhati-hati,” kata Abad. “Kalau menurut saya, ya kuncinya berdoa, tak panik, tetap berpikir jernih,” timpal Nabil.
Sementara keterlibatan mereka untuk pertama kalinya dalam operasi pencarian korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo, bukan tanpa bekal. Karena mereka sebelumnya telah terlatih selama mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di UKSA.
Abad tercatat sudah 35 kali log dive (kali penyelaman) di laut, sedangkan Nabil sebanyak 16 kali log dive. “Saya ikut klub menyelam sudah 3 tahun sejak semester 2 sudah masuk UKSA sampai sekarang,” kata Abad.
“Kita diajari tak hanya selama saja, juga organisasi tentang atitude selam, under fotografi, diajari jadi atlet. Tapi balik ke diri sendiri ingin mendalami yang mana,” ujar dia.
“Kalau saya pribadi karena pertama saya masuk jurusan Kelautan dan saya kira belajar menyelam untuk bisa lebih mengenal bawah laut. Karena ini merupakan suatu hal yang baru jadi tertarik,” ujarnya.
Sementara Nabil mengatakan, dia berpikir bahwa jurusan Kelautan itu harus bisa menyelam karena lebih berkecimpung di dunia laut dan lebih mendalami tentang laut. “Mungkin saya juga ada dorongan lebih mendalami selam,” ujar mahasiswa asal Bogor ini.
Editor: Ahmad Antoni