Kisah Lelaki Rela Batalkan Haji demi Bantu Kaum Miskin
“Berapa biaya yang kau sediakan?” Tanya Bisyr.
“Dua ribu Dirham,” jawabnya.
“Apa yang kaucari dengan hajimu? Kezuhudan? Kerinduan ke Baitullah? Atau mencari rida Allah?” Tanya Bisyr.
“Jika kau bisa meraih rida Allah sementara kau tetap di rumah, lalu kau infakkan 2.000 Dirham dan yakin sepenuhnya akan mendapat rida Allah, apakah kau akan melakukannya?”
“Ya.”
“Pergilah! Sedekahkan 2.000 Dirham itu kepada 10 orang. Yang berutang untuk melunasi utangnya. Yang miskin dapat memperbaiki kondisinya. Yang punya keluarga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Pengasuh anak yatim dapat membuatnya senang. Jika hatimu kuat untuk memberikannya kepada seorang dari mereka, lakukanlah!
Sungguh membahagiakan hati seorang muslim, membantu yang kesusahan, menghilangkan kemelaratan, dan menolong yang lemah, adalah lebih utama daripada seratus kali berhaji setelah haji wajib.”
Wallahu A'lam.
Editor: Kastolani Marzuki