Kisah Inspiratif Pemuda di Rembang Kembangkan Budi Daya Ikan Lele Jadi Keripik Olahan
"Saya ingin out of the box, cari dari sudut pandang yang lain. Biar ada variasi, nggak cuma pecel lele, " ujarnya. Tanpa modal sama sekali, ia bersama sejumlah rekannya melakukan uji coba pembuatan keripik lele. Sempat berulang kali gagal, bahkan sampai menghabiskan 50-an kg lele.
Pasca dua bulan masa uji coba, akhirnya mampu menghasilkan produk yang tepat dan layak untuk dipasarkan. “Ya maklum karena kita masih tahap belajar. Waktu itu saya minta lele dari tetangga, minyak goreng bawa dari rumah, sedangkan temen-temen yang cewek membawa bumbu dari rumah masing-masing. Kita difasilitasi tempat di rumah perangkat desa pak Kamituwo, “ katanya.
Pemuda berusia 23 tahun yang biasa disapa Andi ini menambahkan untuk operasional sehari-hari, ditopang oleh para pemuda yang tergabung dalam kelompok Sukses Bersama Group, sekaligus dibina oleh BUMDes dan Karang Taruna setempat. Setelah berjalan setengah tahun terakhir, mereka sudah memiliki 5 macam produk.
“Keripik daging lele, stick lele, kerupuk tulang lele, keripik kulit dan kerupuk mentah. Khusus lele ini alhamdulilah terpakai semua, bahkan duri maupun kepalanya, nggak buang. Untuk jeroan dibuang, tapi bisa digunakan untuk pakan alternatif ternak lele, “ ujarnya.
Warung yang diajak bekerja sama untuk menjual produk keripik lele sudah mencapai 30-an titik. Omzet kotor mereka per bulan antara Rp1,5 – 2 juta. Ditanya soal kendala, Andi menyebut masalah produksi menjadi tantangan terberat. Mengingat, mayoritas pemuda yang terlibat dari pagi sampai sore bekerja. Pembuatan keripik lele, biasanya baru dikerjakan pada malam hari.