Kisah Inspiratif Duiddo Imani, Mahasiswa Termuda Lulus Hukum UGM di Usia 20 Tahun
“Notaris itu kan harus berhadapan dengan klien secara fisik. Sedangkan RUPS sudah bisa dilakukan secara elektronik. Sehingga ada tabrakan aturan yang saya bahas dalam jurnal,” katanya.
Meski sibuk dengan akademik, Oi tetap aktif di organisasi mahasiswa. Dia bergabung dengan DEMA Justicia yang menurutnya banyak mengajarkan tentang manajemen risiko, emosi hingga energi.
“Saya mendapatkan pengalaman sebagai pemimpin, pengalaman sebagai mahasiswa UGM yang seharusnya merakyat, humble, dan bisa belajar dari semua situasi,” katanya.
Untuk skripsinya, Oi meneliti soal Analisis Perubahan Tanah Surat Ijo menjadi Tanah Hak Guna Bangunan (HGB) di Kota Surabaya. Meski menghadapi berbagai kendala, pengalaman organisasinya membantunya menyelesaikan masalah penelitian, terutama dalam pengumpulan data.
“Jadi manajemen keputusan itu bakal ngaruh ternyata,” ucapnya.
Di balik prestasinya, Oi mengingatkan generasi muda untuk tidak terjebak FOMO (fear of missing out) dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
“Setiap orang punya garis nasib berbeda dan hebat di bidangnya masing-masing. Jangan remehkan orang yang lebih muda, jangan memaksakan diri secara mental maupun fisik. Yang penting, siapkan rencana masa depan dengan baik. Terus semangat, pantang menyerah, dan jangan lupa adaptif,” ujarnya.
Editor: Donald Karouw