Kisah Heroik Soekaini, Lawan Belanda dalam Bentrokan Sengit di Perbatasan Semarang-Demak
Salah satu rekan Soekani adalah Kardiman Dogol, yang didakwa menebas tangan orang Belanda bernama De Boer, dengan arit. Vonis terhadap Soekani cs itu dimuat dalam koran De Locomotief yang terbit pada 28 April 1936.
Selain bekerja sebagai kusir, Soekaini menurut keterangan warga Tanggulaangin Genuk, dulunya adalah seorang yang dikenal jago silat.
Mbah Soekaini meninggal sekitar 1965 dan jenazahnya dimakamkan pemakaman Ibrahim Fatah di Jalan Woltermonginsidi, wilayah Kecamatan Genuk Semarang.
Menurut penuturan Mbah Juki, anak keempat dari Mbah Soekaini, ayahnya saat kejadian memimpin rombongan kusir. Para kusir biasanya membawa senjata tajam berupa pedang yang disimpan di belakang delman.
“Sampai di Kaligawe, Belanda menyerang. Yang depan bapak saya, dan dari Belanda ada yang tangannya putus. Karena kusir tidak mau membayar tarif terjadilah bentrokan itu. Para kusir Ditembaki oleh tentara Belanda,” ujar di kanal Youtube J Christiono, dikutip Kamis (18/8/2022).