Kisah Haru Ratna Maya Bocah Penderita Kelainan Kulit asal Rembang
Sri mengaku tiga hari sekali mengeluarkan biaya Rp300.000 untuk biaya penggantian perban anaknya.
Menurut Sri, uang tersbeut bukanlah urusan mudah bagi keluarganya. Apalagi, di dan suami hanya bekerja sebagai pegawai honorer di panti anak, dengan gaji pas-pasan untuk menyambung hidup sehari-hari.
“Terpaksa gali lubang tutup lubang tiap bulan. Semua demi kesembuhan anak saya,” ucap Sri lirih.
Meski cukup berat melewati masa-masa sulit ini, Sri dan suami tak menyerah. Memang kadang kala rasa sedih menggelayuti, melihat sang buah hati tak bisa bebas bergerak, makanan pun banyak pantangan yang harus dihindari.
Sebagai ibu, Sri sering menangis. Namun ia lebih memilih menyendiri di dalam kamar, supaya anak-anaknya tidak tahu.