Kisah Andi Purnomo, Santri asal Tegal Jadi Imam Masjid di UEA
Informasi tersebut tak disia-siakannya dengan segera mendaftar. Tak tanggung-tanggung, pengujian seleksi imam masjid yang diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat ini dilakukan langsung oleh beberapa Syeikh dari tim Kementerian Urusan Islam dan Wakaf Abu Dhabi UEA.

Awalnya, Andi agak pesimis dan grogi karena peserta seleksi saat itu lebih dari 100 orang yang datang dari berbagai penjuru tanah air dan dengan beragam latar pendidikan. Terlebih, karena urut abjad, namanya selalu yang dipanggil pertama kali oleh tim penguji.
Materi tes yang diujikan meliputi hafalan Alquran 30 juz yang disampaikan secara random atau acak, menyampaikan khutbah berbahasa arab hingga keilmuan di bidang fikih. Seluruh proses wawancara dilakukan dengan bahasa Arab dan memastikan mereka yang terseleksi berpaham Islam moderat.
Tangis haru dan bahagia pun menjadi momen yang tak pernah ia lupakan saat namanya disebut sebagai salah satu dari 14 peserta yang lulus seleksi imam masjid UEA. Seakan seperti mimpi, putra kelahiran Tegal bisa terpilih menjadi imam masjid di Timur Tengah. Seketika terbayang wajah bapak dan ibu serta para kiai yang selama ini membimbingnya menempuh pendidikan ilmu agama.
Andi Purnomo ditugaskan menjadi imam masjid di Kota Fujairah, Abu Dhabi UEA.