Ketika Pemuda Suku Anak Dalam Berbagi Kisah di Hadapan Ratusan Siswa SMKN Jateng
Tradisi melangun, kata dia, masih dilakukan anggota suku Anak Dalam, yakni berpindah dari satu hutan ke hutan lain untuk mencari sumber penghidupan, entah itu dari tumbuh-tumbuhan atau berburu hewan liar.
“Tapi sekarang sudah tidak terlalu banyak, karena hutan juga sudah mulai habis, jadi mau berpindah ke mana?,” ujar mahasiswa semester V Jurusan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Berangkat dari berbagai dinamika yang terjadi di Orang Rimba itu, Pauzan akhirnya memutuskan untuk bersekolah hingga pendidikan tinggi. Meskipun sempat hampir 3 tahun berhenti sekolah saat duduk di kelas 3 SMP, dia melanjutkannya hingga lulus dari SMP 23 Merangin. Pauzan melanjutkan SMK Perkebunan MM 52 Yogyakarta.
Bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi merupakan hal yang istimewa bagi Orang Rimba. Sebab, data teranyar dari dinas sosial setempat, hingga Juli 2022 dari sekira 4000 Orang Rimba, hanya 117 yang bersekolah dan 4 di antaranya yang berkuliah. Jika lulus kuliah nanti, Pauzan akan jadi generasi pertama Orang Rimba yang menyandang gelar sarjana.
“Nanti setelah lulus akan pulang, mengembangkan pertanian di kampung,” ungkap Pauzan sembari memberi motivasi ratusan anak SMK N Jateng di Semarang itu untuk terus giat bersekolah.