Ketika Ganjar ke Tegal dan Tengok Slamet yang Kepalanya Robek Tertimpa Genting Pascagempa Bantul
Selain itu, rumah milik Slamet berada di tepi sempadan sungai. Sebelum terdampak gempa bumi, tanah di belakang rumahnya pernah tergerus arus sungai.
"Ini belakangnya ternyata sungai, maka pernah terjadi gerusan sungai, rumahnya memang membahayakan karena mepet dengan sempadan sungai. Tadi saya sampaikan yang bagian belakang itu dicek oleh ahli," ucapnya.
Pengecekan oleh ahli itu lanjut Ganjar, untuk mengetahui apakah konstruksi rumah masih layak atau tidak. Begitu juga kondisi tanah yang dekat dengan sempadan sungai. Pemprov Jateng melalui Baznas Jateng telah mengalokasikan bantuan senilai Rp3 juta untuk perbaikan rumah milik Slamet.
"Kalau (rumah) sudah tidak layak ya dirobohkan. Nanti dari kami membantu, gitu," ujarnya.
Ganjar menambahkan, kejadian yang dialami Slamet merupakan pengingat bahwa konstruksi bangunan tahan gempa sangat penting. Selain itu, kualitas bangunan yang harus bagus agar aman bagi penghuninya.
"Mudah-mudahan lebih hati-hati. Kita belajar betul bahwa konstruksi bangunan tahan gempa penting dan kualitas-kualitas bangunan yang jelek begini memang ya ini developernya mungkin sudah lama ya,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw