Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Disdikbudpora Semarang Sebut Pembelajaran Daring Tak Optimal, Ini Alasannya

Senin, 23 Agustus 2021 - 13:52:00 WIB
 Kepala Disdikbudpora Semarang Sebut Pembelajaran Daring Tak Optimal, Ini Alasannya
Sejumlah siswa SDIT Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang saat mengikuti PTM di kelas, Senin (23/8/2021). (MPI/Angga Rosa)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring tidak optimal dan jauh dari harapan. Atas dasar itu, pembelajaran tatap muka (PTM) mendesak diterapkan.

"PJJ selama ini kurang maksimal. Sebab banyak orang tua yang bekerja di luar daerah sehingga tidak bisa optimal dalam mendampingi anaknya belajar," katanya saat meninjau pelaksanaan uji coba PTM terbatas di SMP 4 Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (23/8/2021)

Dia mengatakan, mulai hari ini Disdikbudpora menggelar uji coba PTM terbatas di sekolah pendidikan dasar. Uji coba dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.  "Uji coba PTM kami lakukan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level dari 4 ke level 3," ujarnya.  

Uji coba PTM diikuti 584 sekolah. Rinciannya, 52 SMP negeri, 49 SMP swasta, 455 SD negeri dan 28 SD swasta. Selama uji coba PTM, jumlah siswa dibatasi maksimal 50 persen dan setiap sekolah wajib membuat jadwal belajar mengajar sesuai ketentuan.

"Jadi tiap sekolah bisa membuat jadwal masuk siswanya. Dan jam pembelajaran maksimal hingga hingga pukul 11.00 WIB. Sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut