Di sela-sela waktu, para istri kuli yang sudah terlebih dulu memiliki usaha warung makan di Kota Tegal memanfaatkan waktu dan kesempatan bisnis yaitu dengan menyediakan layanan kuliner di lokasi proyek.
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Semua Jenis Beras di Tegal Melonjak Tajam
Mereka mampu menjual produk makanan rumah dengan porsi banyak namun murah di sekitar area proyek untuk para kuli. Hal ini kemudian menjadi satu stereotip warteg yang dikenal publik hingga menjadi bisnis yang semakin menjamur di berbagai kota.
Usaha warung tegal ini biasanya menjadi bisnis kelompok keluarga dengan sistem pengelolaan secara bergantian dan juga turun temurun. Ketika ayah dan ibu memiliki usaha satu warung tegal, hal ini menular kepada anak-anaknya yang juga memiliki usaha warteg.
Harga Telur dan Daging Ayam di Tegal Melonjak jelang Nataru, Konsumen Mengeluh
Mereka juga tergabung dalam Perhimpunan Kowarteg (Koperasi Warung Tegal) yang bertujuan untuk menjalin kerja sama dan membantu para anggotanya melalui wadah koperasi tersebut.
Bisnis warteg kian hari dipandang sebagai bisnis yang menjanjikan bagi mayoritas orang terutama para pekerja di ibu kota. Dengan gaji yang tidak seberapa untuk memenuhi biaya hidup yang terlampau tinggi, para pekerja biasanya mengambil kesempatan untuk membuka warung tegal di kawasan industri dan area kampus.