Kembali Pimpin PKB Jateng, Gus Yusuf Prioritaskan Penanganan Dampak Pandemi Covid
“Karena pandemi ini bisa saja memunculkan dampak krisis ekonomi hingga sosial. Karena itu PKB harus terus berperan, dan hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut," katanya.
Muswil sendiri digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Peserta dari kabupaten/kota hanya dua orang yakni ketua DPC dan ketua Dewan Syuro. Peserta juga diminta menyertakan hasil tes bebas Covid-19 dari instansi berwenang.
Gus Yusuf mengajak semua kader untuk bisa berpolitik dengan mengedepankan sikap yang memahami situasi masyarakaf. “Sense of crisis harus dikedepankan. Muswil merekomendasikan kita tetap harus fokus membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi yang bekepanjangan. Selain kesehatannya, juga ekonominya. Program dan rencana kerja harus kita arahkan ke sana,” katanya.
Pihaknya juga menargetkan Pemilu 2024 harus meningkat lagi dibandingkan Tahun 2019. Kepengurusan hasil Muswil merupakan perpaduan antara pengurus lama dan pengurus baru. Gus Yusuf juga memasukkan beberapa profesional dari pengusaha, dokter, pengacara dan juga tokoh Tionghoa.
“Insya Allah ini modal bagi PKB Jawa Tengah untuk merespons Ketua Umum Gus Ami yang ingin PKB masuk tiga besar dalam Pemilu 2024,” ujarnya.
Ketua DPP PKB Faisol Riza mengatakan, Muswil digelar untuk dilakukan penataan dan penyeragaman masa bakti kepengurusan di semua tingkatan. "Maka Muswil di Jawa Tengah ini dimajukan. Ikut secara nasional. Proses penyeragaman ini sudah dilakukan evaluasi secara nasional atas kinerja DPW se-Indonesia," kata Faisol.
Editor: Ahmad Antoni