Keluarga Pasien Covid-19 Mengamuk di RSUD Ambarawa, 2 Perawat Terluka
"Permintaannya, keluarga ingin mengakses langsung CCTV ruang isolasi, menerima laporan rutin TTV pasien, dan pasien diberi minum setiap 10 menit," katanya.
Tim medis kembali mengedukasi pihak keluarga dan menjelaskan bahwa CCTV tidak bisa diakses keluarga. Namun jika ingin menanyakan keadaan pasien, bisa langsung ke nurse station. Mendapat penjelasan itu, suami pasien menilai tata tertib tidak masuk akal dan menuding rekayasa.
Sekitar pukul 00.40 WIB, tim medis melakukan monitoring pasien. Saat itu kesadaran sopor TD 80/50. HR 120. SPO2 81 persen dan dilakukan tindakan pemasangan oksigen double NRM 15 lpm + NC 5 lpm. Hasil evaluasi, TD pasien naik 120/70. SpO2 91.
Sekitar pukul 01.55 WIB, keluarga menanyakan TTV pasien. Keluarga juga menanyakan kenapa saturasi bisa turun dan menerobos masuk ke ruang isolasi.
"Pukul 02.00 WIB, keluarga menerobos masuk, marah- marah ingin menunggui pasien dan memaksa agar dipindahkan ke IGD. Setelah berkoordinasi dengan IGD dan supervisi, pasien dibawa ke IGD lagi," ujarnya.