Kekeringan di Sragen Meluas, Warga Jalan Kaki 1,5 Km Cari Air Bersih di Sawah dan Sungai
SRAGEN, iNews.id - Kekeringan yang melanda Kabupaten Sragen, semakin meluas. Kekeringan ekstrem melanda enam kecamatan di Sragen, antara lain Tangen, Mondokan, Gesi, Sukodono, Sumberlawang, dan Jenar.
Kekeringan berkepanjangan berdampak luas dan serius terhadap masyarakat dan lingkungan di wilayah tersebut. Sri Mulyati, salah satu warga Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang mengalami kesulitan air bersih dampak kekeringan.
Warga harus berjalan cukup jauh, sekitar 1 km hingga 1,5 km, untuk mencari air bersih di persawahan dan sungai. Pasalnya, sumur-sumur warga telah mengering selama tiga bulan terakhir.
Kekeringan ini menjadi masalah yang berulang setiap musim kemarau di desa tersebut. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan seperti mandi, masak, minum, dan mencuci. Untuk mendapatkan air bersih, warga juga rela membeli air dengan harga Rp4.000 per jeriken.
Beberapa pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi politik, merespons kondisi tersebut. Salah satunya adalah organisasi kemasyarakatan Rapi wilayah 18 Sragen. Rapi memberikan bantuan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air.