Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karomah Mbah Bolong, Buat Lubang di Masjid Sunan Ampel Tembus Kakbah
Advertisement . Scroll to see content

Keistimewaan Mencium Hajar Aswad, Begini Sejarah Batu Hitam dari Surga

Rabu, 05 Agustus 2020 - 05:32:00 WIB
Keistimewaan Mencium Hajar Aswad, Begini Sejarah Batu Hitam dari Surga
Hajar Aswad atau batu hitam yang terletak di sudut Kakbah memiliki keistimewaan bagi yang bisa mencium atau mengusapnya. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Bismillah Wallahu Akbar.

Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:

“Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

Terkubur Pasir

Dalam riwayat lanjutannya bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail alaihisalam ketika berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang.

Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Kakbah tujuh putaran.

Diangkut Dengan Sorban Nabi Muhammad SAW

Di antara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah (606 M) yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Kakbah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut