Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sadis! Ibu di Pekalongan Dianiaya Anak Kandung hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Kecewa Tak Diterima di SMP Impian, Siswa SD Ini Bakar Belasan Piagam Penghargaan

Rabu, 26 Juni 2019 - 19:27:00 WIB
Kecewa Tak Diterima di SMP Impian, Siswa SD Ini Bakar Belasan Piagam Penghargaan
Belasan piagam penghargaan yang dibakar Yun, siswa lulusan SD Pekiringan Alit 2 Pekalongan, Jateng, karena kecewa tak masuk ke SMP favoritnya. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)
Advertisement . Scroll to see content


Putranya tak bisa masuk ke sekolah impiannya karena dampak penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Padahal, jarak rumah ke sekolah yang diinginkan Yun juga masih dalam satu zonasi, hanya berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari rumah. Dia terpaksa harus memilih sekolah lain, yakni sekolah swasta di SMP Muhamadiyah 1 Kajen.

Sugeng Witoto mengatakan, Yun selama ini selalu mendapat rangking satu di sekolahnya, SD Pekiringan Alit 2 Pekalongan. Piagam yang diperoleh di antaranya piagam juara I Lomba Tilawah se-Kabupaten Mocopat dan berbagai lomba lainnya. Namun baginya semua itu tidak berarti karena tetap tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP yang sudah dia inginkan sejak dulu.

“Saya ingin kalau anak saya ada di dalam zonasi, ya otomatis bisa masuk di zonasi itu lewat jalur prestasi. Kalau saya harus menyekolahkan anak saya ke luar zonasi yang jauh lokasinya, tentu ini menambah biaya. Tidak ada efisiensi dalam sistem pendidikan yang baru ini, tapi justru menambah beban bagi anak yang berprestasi,” katanya.


Meski memahami kekecewaan anaknya, sebagai orang tua, Sugeng mengaku tidak menyalahkan pemerintah selaku pengambil kebijakan. Namun, dia berharap kebijakan zonasi bisa ditinjau ulang dan diganti dengan kebijakan yang tidak merugikan anak maupun orang tua.

“Saya ingin sistem ini dikaji ulang dulu. Katanya kan sistem zonasi ini untuk pemerataan mutu pendidikan. Harusnya kalau mau meratakan mutu, siapkan dulu infrastrukturnya, gedungnya, gurunya, semuanya dibagusin, baru sistem penerimaan diubah,” katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut