Keajaiban Gentong Kong di Masjid Sunan Abinawa Kendal, Airnya Tak Pernah Kering

Menurut Sodikin, para peziaran biasanya datang ke Masjid Sunan Abinawa atau Masjid Pekuncen tiap malam Jumat Kliwon. Mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Ramainya kalau tiap malam Jumat Kliwon,” ucapnya.
Sodikin mengatakan, Masjid Sunan Abinawa itu berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi. Seiring perkembangan zaman, bangunan masjid telah direhabilitasi sebanyak tiga kali tanpa mengubah bentuk aslinya.
Atap yang terbuat dari sirap kayu masih melekat di mustaka atau kepala masjid. Sementara itu mimbar masjid yang digunakan untuk khotbah salat jumat, juga masih kokoh berdiri.
“Tiang penyangga masjid konon terbuat dari kayu jati. Informasinya, kayu itu sama dengan kayu jati yang digunakan Sunan Kalijaga saat membangun Masjid Agung Demak,” kata Sodikin.
Saat ini, serambi masjid telah dibangun dengan biaya swadaya masyarakat dan hasil kotak amal para peziarah, sehingga bangunan tampak megah. Namun masjid induknya masih berdiri di depan serambi dengan ciri khas kayu jati berusia ratusan tahun.
Editor: Kastolani Marzuki